
Kemarin baru aja donlod single kedua punya Efek Rumah Kaca yang judulnya “di udara”. Yap, band indie ini terkenal berkat single pertama mereka, Cinta Melulu. Untuk review album ERK(Efek Rumah Kaca) bisa dilihat di sini. Single kedua tadi (di udara) bercerita tentang kematian aktivis pembela HAM, Munir. Hari gini siapa coba yang gak kenal Munir. Aktivis HAM yang dibunuh coz terlalu aktif dan reaktif terhadap masalah di Indonesia telah menjadi inspirasi bagi ERK untuk menciptakan lagu. Ini bukti sepotong liriknya,
Aku sering diancam
juga teror mencekam
Kerap ku disingkirkan
sampai dimana kapan
Ku bisa tenggelam di lautan
Aku bisa diracun di udara
Aku bisa terbunuh di trotoar jalan
tapi aku tak pernah mati
Tak akan berhenti
Aku sering diancam
juga teror mencekam
Ku bisa dibuat menderita
Aku bisa dibuat tak bernyawa
di kursi-listrikkan ataupun ditikam
Tapi aku tak pernah mati
Tak akan berhenti
Tapi aku tak pernah mati
Tak akan berhenti
Ku bisa dibuat menderita
Aku bisa dibuat tak bernyawa
di kursi-listrikkan ataupun ditikam
Ku bisa tenggelam di lautan
Aku bisa diracun di udara
Aku bisa terbunuh di trotoar jalan
Hm, di saat band-band sekarang yang mellow-mellow ‘n cupu abis, band ini bisa dijadiin alternatif buat nge-refrehs kuping kita.